Kamis, 02 Februari 2012

Karena SAMPAH,Indonesia kembali malu di mata Dunia

London binman, Wilbur Ramirez tinggal selama 10 hari di rumah Imam, tukang sampah di Jakarta. Dia mencoba menghayati kehidupan sehari-hari Imam.
Wajah Imam Syafii (29), salah seorang petugas kebersihan atau tukang sampah di Jakarta, agak berbinar karena baru mendapat kenaikan gaji. Tidak banyak memang, yakni naik Rp 100.000, dari gaji semula Rp 700.000 menjadi Rp 800. 000. Kenaikan itu dilakukan bosnya setelah kisah Imam Syafii ditayangkan stasiun televisi Inggris, BBC Two.

"Setelah ditayangkan televisi Inggris itu, rupanya bos saya terketuk hatinya. Saya dipanggil dan bos mengatakan gaji saya naik Rp 100.000. Ini karunia buat saya. Saya bersyukur atas kenaikan ini," kata Imam ketika ditemui wartawan di rumah orangtuanya di Jalan Kawi Buntu, Guntur, Jakarta Selatan, Selasa.

Dalam tayangan BBC Two pada Minggu (29/1) malam berjudul "Toughest Place to be a Binman", diperlihatkan perbandingan kerja Imam dengan seorang tukang sampah di Kota London, Inggris, bernama Wilbur Ramirez. Jika dibandingkan dengan Wilbur, kesejahteraan Imam sangat jauh berbeda. Gaji Wilbur sebulan sama jumlahnya dengan gaji Imam selama tiga tahun.



Wilbur mengaku takjub atas kegigihan Imam menjalankan pekerjaan sebagai tukang sampah di Jakarta yang disebut BBC sebagai kota dengan pertumbuhan yang cukup pesat di dunia. Tukang sampah Kota London itu juga terheran-heran dengan sejumlah orang yang bisa hidup di tempat pembuangan sampah Bantar Gebang.


Laporan wartawan BBC London yang membandingkan tukang sampah di London dan Jakarta menarik perhatian masyarakat Indonesia, tidak saja di Inggris, tetapi juga di Brussel, Belgia dan Amerika Serikat yang bisa menyaksikan tayangan itu melalui BBC Iplayer.

Selama satu jam laporan mengenai kisah Imam, tukang sampah di Jakarta yang bekerja mengumpulkan sampah setiap hari dengan gerobaknya. Sementara di awal tayangan, tukang sampah dari Inggris Wilbur Ramirez menggunakan truk dan bekerja dengan dua rekannya.



Dalam laporan mendalamnya itu, BBC London membandingkan bagaimana kerja tukang sampah yang dikenal dengan binman di Inggris dengan tukang sampah di Jakarta yang sangat jauh berbeda, dilihat dari berbagai segi, termasuk dari aspek kesehatan dan keselamatan.


Wilbur Ramirez, ayah dua anak, pun mencoba hidup bersama Imam dan keluarganya di perkampungan miskin di tengah-tengah kehidupan Kota Jakarta yang kaya, tetapi sangat timpang kondisinya antara yang kaya dan miskin.

Wilbur Ramirez, selama 10 hari, mengikuti Imam bekerja mengumpulkan sampah di kota yang disebutkan sebagai kota yang padat penduduk dan sampah menjadi masalah besar.


"Kamu bekerja dengan siapa saja?" tanya London binman Wilbur Ramirez kepada Imam yang dijawab Imam bahwa ia bekerja sendiri mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah. 







Menangis

Melihat kehidupan Iman, ternyata Wilbur sering kali merasa terharu dan bahkan meneteskan air mata. Ia tak habis pikir, mana mungkin dengan gaji yang tidak seberapa, Imam dapat hidup bersama anak dan istrinya meski mereka sama-sama bekerja sebagai tukang sampah selama lima tahun. 



Zulindatando Berry Natalegawa di laman Facebook-nya menulis, "Sediiiiiih banget liat acara di BBC 2 di London hari ini. Acara seorang binman London ke Jakarta berbagi pengalaman." 


"Sangat memalukan sekali, Kota Jakarta ternyata sangat kotor dan masih terbelakang sekali cara kerjanya," ujar istri Berry Natalegawa, kakak Menlu Marty Natalegawa. 



Menurut Linda, demikian Zulindatando Berry Natalegawa biasa disapa, seharusnya para pejabat malu menyaksikan acara yang menjadi perhatian masyarakat di Inggris itu. 



"Apa nggak malu? Malah wakil rakyat seenaknya ambil uang rakyat, apalagi pemimpin negara yang tidak peduli, sangat memalukan. Semoga Allah bukakan mata dan telinga para pemimpin negara ini," ujar Linda yang bekerja di Kedutaan Besar Brunei Darussalam di London dan merekam program tersebut dan akan membawanya ke Jakarta. 





Dalam laporannya disebutkan, Wilbur pun ikut mengumpulkan sampah dan bahkan menjajal melakukannya seorang diri dari rumah ke rumah. 





"Sampaaah...," teriak ayah dua anak yang istrinya tidak merasa malu kalau suaminya menjadi tukang sampah. 






Wilbur pun tidak dapat membendung air matanya ketika berkisah bagaimana kehidupan Imam dengan keluarganya yang tidak tersentuh oleh pelayanan kesehatan.


Wilbur pun merasa takjub menyaksikan bagaimana sampah yang menumpuk di Bantar Gerbang dan dikerumuni oleh para pemulung tanpa memperhatikan kesehatan dan keselamatan mereka.

"Nangis aku nontonnya...bukan nangisin tukang sampah Inggris, tetapi rakyat kita yang kerja mengais-ngais sampah," ujar Yanti Hitalessy.

Wilbur sendiri dalam tayangan itu sempat berbicara dengan ketua RT di tempat tinggal Imam. Wilbur menyampaikan pesan agar gaji Imam dapat ditingkatkan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...