![]() |
| London binman, Wilbur Ramirez tinggal selama 10 hari di rumah Imam, tukang sampah di Jakarta. Dia mencoba menghayati kehidupan sehari-hari Imam. |
Wajah
Imam Syafii (29), salah seorang petugas kebersihan atau tukang sampah
di Jakarta, agak berbinar karena baru mendapat kenaikan gaji. Tidak
banyak memang, yakni naik Rp 100.000, dari gaji semula Rp 700.000
menjadi Rp 800. 000. Kenaikan itu dilakukan bosnya setelah kisah Imam
Syafii ditayangkan stasiun televisi Inggris, BBC Two.
"Setelah ditayangkan televisi Inggris itu, rupanya bos saya terketuk
hatinya. Saya dipanggil dan bos mengatakan gaji saya naik Rp 100.000.
Ini karunia buat saya. Saya bersyukur atas kenaikan ini," kata Imam
ketika ditemui wartawan di rumah orangtuanya di Jalan Kawi Buntu,
Guntur, Jakarta Selatan, Selasa.
Dalam tayangan BBC Two pada Minggu (29/1) malam berjudul "Toughest
Place to be a Binman", diperlihatkan perbandingan kerja Imam dengan
seorang tukang sampah di Kota London, Inggris, bernama Wilbur Ramirez.
Jika dibandingkan dengan Wilbur, kesejahteraan Imam sangat jauh berbeda.
Gaji Wilbur sebulan sama jumlahnya dengan gaji Imam selama tiga tahun.
Wilbur mengaku takjub atas kegigihan Imam menjalankan pekerjaan sebagai tukang sampah di Jakarta yang disebut BBC sebagai kota dengan pertumbuhan yang cukup pesat di dunia. Tukang sampah Kota London itu juga terheran-heran dengan sejumlah orang yang bisa hidup di tempat pembuangan sampah Bantar Gebang.
Laporan wartawan BBC London yang membandingkan tukang sampah di London
dan Jakarta menarik perhatian masyarakat Indonesia, tidak saja di
Inggris, tetapi juga di Brussel, Belgia dan Amerika Serikat yang bisa
menyaksikan tayangan itu melalui BBC Iplayer.
Wilbur Ramirez, ayah dua anak, pun mencoba hidup bersama Imam dan
keluarganya di perkampungan miskin di tengah-tengah kehidupan Kota
Jakarta yang kaya, tetapi sangat timpang kondisinya antara yang kaya dan
miskin.
Wilbur Ramirez, selama 10 hari, mengikuti Imam bekerja mengumpulkan
sampah di kota yang disebutkan sebagai kota yang padat penduduk dan
sampah menjadi masalah besar.
Wilbur pun merasa takjub menyaksikan bagaimana sampah yang menumpuk di
Bantar Gerbang dan dikerumuni oleh para pemulung tanpa memperhatikan
kesehatan dan keselamatan mereka.
"Nangis aku nontonnya...bukan nangisin tukang sampah Inggris, tetapi
rakyat kita yang kerja mengais-ngais sampah," ujar Yanti Hitalessy.
Wilbur sendiri dalam tayangan itu sempat berbicara dengan ketua RT di
tempat tinggal Imam. Wilbur menyampaikan pesan agar gaji Imam dapat
ditingkatkan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar