Selasa, 17 Januari 2012

M*LM? No to Yess!

Bisnis M*LM? Saya yakin banyak orang anti mendengar 3 huruf itu. Why?

“M*LM kan cuma nguntungin upline. Downline yang kerja capek-capek, eh upline yang untung.”

Oh ya, dulu saya juga berpikir seperti itu. Saya pun ogah dekat-dekat sama orang ketika insting saya berkata dia orang M*LM. Malas ditawar-tawarin. Malas dipaksa-paksa.

Makanya ketika pertama gabung di Oriflame, saya lihat-lihat dulu. Awalnya saya pikir ah sama aja kayak M*LM lain. Ternyata, I’m wrong. Oriflame BEDA! Disini tidak ada istilah upline ongkang-ongkang kaki. Kalau downlinenya yang kerja keras, ya downlinenya yang bakalan sukses. Upline yang ongkang-ongkang kaki bakalan keseret ke laut *hehehe.

Misalnya, A sebagai upline. Punya downline B. Nah, A sebulan cuma rekrut satu orang. 
B bisa rekrut 10 orang. Maka bye bye upline. Downline akan merangkak naik duluan. Banyak lho di Oriflame yang seperti itu. Jadi disini intinya adalah kerja keras. Saya rasa di bisnis manapum, jika ingin berhasil harus kerja keras.

Satu lagi, kalau kita gak mau rekrut atau jualan, kita gak bakal dipaksa-paksa. Yang akhirnya membuat upline seperti momok kingkong. Bikin downline sembunyi terus. Bisnis ini butuh kemauan dari hati. Percuma dipaksa bila ternyata tidak ada tekad. Makanya para leader biasanya mencari mereka-mereka yang dengan kesungguhan hati menyerahkan jiwanya pada bisnis Oriflame. So, is that you?

Masih anti pada M*LM? Yess! I’m not!

*Sumber : bundapreneurcantik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...