Bisnis M*LM? Saya yakin banyak orang anti mendengar 3 huruf itu. Why?
“M*LM kan cuma nguntungin upline. Downline yang kerja capek-capek, eh upline yang untung.”
Oh ya, dulu saya juga berpikir seperti itu. Saya pun ogah dekat-dekat
sama orang ketika insting saya berkata dia orang M*LM. Malas
ditawar-tawarin. Malas dipaksa-paksa.
Makanya ketika pertama gabung di Oriflame, saya lihat-lihat dulu.
Awalnya saya pikir ah sama aja kayak M*LM lain. Ternyata, I’m wrong. Oriflame BEDA! Disini
tidak ada istilah upline ongkang-ongkang kaki. Kalau downlinenya yang
kerja keras, ya downlinenya yang bakalan sukses. Upline yang
ongkang-ongkang kaki bakalan keseret ke laut *hehehe.
Misalnya, A sebagai upline. Punya downline B. Nah, A sebulan cuma
rekrut satu orang.
B bisa rekrut 10 orang. Maka bye bye upline. Downline
akan merangkak naik duluan. Banyak lho di Oriflame yang seperti itu.
Jadi disini intinya adalah kerja keras. Saya rasa di bisnis manapum,
jika ingin berhasil harus kerja keras.
Satu lagi, kalau kita gak mau rekrut atau jualan, kita gak bakal
dipaksa-paksa. Yang akhirnya membuat upline seperti momok kingkong.
Bikin downline sembunyi terus. Bisnis ini butuh kemauan dari hati.
Percuma dipaksa bila ternyata tidak ada tekad. Makanya para leader
biasanya mencari mereka-mereka yang dengan kesungguhan hati menyerahkan
jiwanya pada bisnis Oriflame. So, is that you?
Masih anti pada M*LM? Yess! I’m not!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar